Berduka Cita

Jumat kemarin, aku baru saja kehilangan abang iparku. Karena sakit jantung. Pembengkakan jantung dan kelebihan cairan di tubuhnya. Abang iparku harus mengeluarkan cairan dengan menghirup oksigen murni. Aku ga tau teknisnya atau istilah kedokteran, jadi maaf kalo ada salah tulis. Ia diharuskan terapi 10 hari untuk mengurangi 20 kg dari bobot tubuhnya. Akan tetapi Yang Di Atas berkehendak lain. Pada hari ke 3, abang iparku masuk IMC (Intermediate Care???) dan akhirnya mengalami panas tinggi, kejang dan kemudian koma. Sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada hari Jumat pukul 5 sore.

Hari itu aku lagi pindahan ke rumah yang baru selesai direnovasi. Kebetulan long weekend, jadi Jumat itu aku paksain untuk pindah. Jam 4 sore selesai pindahan, orang tuaku jemput untuk sama-sama menengok ke RS. Tapi di tengah jalan, aku dikabari, kalo abang iparku sudah tidak ada.

Berusia 38 tahun, meninggalkan istri dan anak perempuan yg lucu banget, yg baru aja ulang tahun ke 3.

Sabtu, penguburan di TPU Tanah Kusir, jam 11 pagi.

Malamnya tahlilan, Minggu malamnya juga.

Senin, Ibu Mertuaku ulang tahun. Beliau pastinya terpukul sekali.

Kamis, rencananya tahlilan hari ke 7.

Inna Lillahi Wa Inna Illahi Rooji’uun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: