Umroh ramadhan

20 September

Hari ini berangkat umroh berdua suami. Naik pesawat Garuda jam 14.20. Kita ikut Maktour. Perjalanan ke Jeddah kurang lebih 9 jam. Karena sedang puasa, otomatis di pesawat kita baca, atau tidur. Jam 6 sore, waktu kita berbuka di Jakarta, ternyata belum waktunya berbuka di pesawat. Jadi kita baru bisa buka puasa kurang lebih jam 10 malam waktu Jakarta. Lumayan juga nambah 4 jam lagi.

TIdak lama setelah berbuka, kita mendarat di King Abd Aziz International Airport, Jeddah. Alhamdulillah proses imigrasi berjalan lancar dan cepat. Tidak ada masalah. Kita langsung naik bis menuju Marriott Hotel Jeddah.

Di Marriott ternyata sudah disediakan makan malam prasmanan. Late dinner actually. The restaurant will be closing soon. Ga terlalu laper juga.

Masuk kamar dan tidur. Bantalnya empuk banget.

21 September

DIbangunin sahur jam 2.30 dini hari. Duh rasanya berat banget buka matanya. Makan rasanya ga gitu nafsu deh. Pengennya tidur aja. Tapi koper besar harus udah keluar kamar abis subuh. Jadi abis sahur, beres-beres koper, sambil nunggu adzan subuh.

Di Jeddah ini kita tidak sempet ke mesjid. Karena mungkin letaknya agak jauh dari hotel. TIdak bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Kota Jeddah, merupakan jantung perniagaan negara Saudi Arabia. Lain halnya dengan RIyadh yang merupakan pusat pemerintahan. Jeddah, bagi penduduknya berarti kemakmuran dan kebahagiaan, berarti juga ‘Jiddah’ atau ‘nenek’, merujuk pada Siti Hawa, dimana di tempat inilah beliau mendarat di bumi setelah dikeluarkan dari surga dan di tempat inilah beliau juga dikubur.

Bagi penggemar shopping, Jeddah adalah surga. Mall dan toko-toko besar bisa memuaskan para shopaholic. Tidak heran kalau Jeddah merupakan denyut perekonomian di Saudi Arabia. Dan pengunjung dari Indonesia yang sudah terkenal dengan sifat belanjanya tidak jarang memperpanjang waktu kunjungannya ke Jeddah. Apalagi untuk brand-brand terkenal di Rubaiyat, harga yang cukup signifikan dengan butik di Jakarta memberi kepuasan tersendiri. Walaupun trendnya sedikit ketinggalan beberapa musim.

Wanita-wanita disini memakai kerudung, tapi tidak sepenuhnya tertutup. Rambut mereka kadang-kadang tergerai saja, walau pakaiannya Abaya. Bahkan ada wanita yang duduk di cafe sambil merokok. Pemandangan yang ganjil, mengingat di tanah Arab. Berarti Jeddah masih cukup moderat dibanding kota-kota yang lain.

Jam 9 pagi kita sudah ditunggu di lobi untuk berangkat menuju Madinah.

Perjalanan ke Madinah ditempuh kurang lebih 6 jam via darat. Bis kita yang berkapasitas 40 orang terasa lowong, karena rombongan tour kita kurang lebih 23 orang. Jadi kita bisa selonjoran mengambil jatah dua bangku. 

Perjalanan yang panjang ini cukup membosankan. Karena tidak ada pemandangan selain gunung-gunung batu yang terasa panas. Jalanan begitu kering. Hampir tidak ada tumbuhan. Entah karena sering pecah ban, akibat panasnya aspal jalan, di pinggir jalan banyak sekali ban-ban mobil bekas.

Setelah tidur dan tadarus, dan tidur lagi berulang-ulang, sampailah di Madina Al Munawarrah.

Madinah merupakan kota suci kedua setelah Mekkah. Di kota inilah Rasulullah SAW menghembuskan nafasnya. Mesjid yang terkenal di sini adalah Mesjid Nabawi. Mesjid ini amat indah arsitekturnya. Pada beberapa bagian, bila waktu subuh tiba, kubahnya akan bergerak, membuka langit-langit mesjid, sehingga langsung bisa melihat langit yang masih gelap menuju pagi.. Subhanallah. Please check http://www.zubeyr-kureemun.com/SaudiArabia/MosquesOfMedina.htm

Di Madinah kita menginap di Intercon. Turun hotel langsung ke pelataran Masjid Nabawi. Sholat Ashar di masjid. Dilanjutkan dengan siap-siap buka puasa di Masjid juga. Buka puasa di masjid enak banget deh. Kita dibagi-bagiin kurma, gahwah (kopi ala Arab). Berlimpah. Sampai ga enak nolaknya, padahal udah kebanyakan. Tapi namanya rezeki. Alhamdulillah.

Kita dikasih waktu kurang lebih 15 menit setelah adzan Magrib. Petugas kebersihan dengan sigap langsung mengsikat habis alas plastik yang tadi digelar sebagai alas makan kita. Tak peduli apa masih utuh atau sudah habis makanan kecil kita. Berbarengan dengan iqomah. Jadi pas akan mulai sholat, tempat kita sudah rapi dari makanan.

Setelah Magrib, balik ke Hotel untuk makan di restoran, lalu ambil wudhu dan lari lagi ke Mesjid menjelang adzan Isya. Sholat Isya dilanjutkan dengan tarawih 20 rakaat. Hmmmm waktunya lumayan panjang. Sampai kamar lagi baru pukul 10.30an.

Lanjutin besok ya, udh 1.37am nih….zzz…zzzz…..

Advertisements

One Response to “Umroh ramadhan”

  1. umroh Says:

    pengalaman yang mengesankan,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: