3 days before 2013

i wrote this poem (haven’t translated in English yet) early this year.

 

Adalah seorang puteri yang sedang merenung.
Kamar yang indah dan rapi.
Dinding yang terlihat bosan dan letih.
Dengan tempat tidur, lemari dan meja tulis putih.
 
Puteri cantik berambut hitam legam
Kulit halus dan licin bagai pualam.
Bulu mata lebat lentik bagai imitasi
Bibir merah muda yang segar tidak pasi
 
Tidak ada yang dilakukannya selain merenung di tempat tidurnya.
Detik demi detik berjalan seakan merayap.
Kegalauan semakin merasuk dirinya.
Gelisah membasahi jiwanya.
 
Kini sekelilingnya tidak lagi putih
Setelah ia bercinta dengan sang pangeran
Berawal tiga bulan yang lalu
Kala putih berubah pelangi
 
Tapi sekarang pun pelangi tidak berkawan
Sang puteri terlambat kedatangan bulan
Yang putih akan menjadi kelabu
Menjadi kelam dalam bisu
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: